Halo para pembaca, ini adalah kisah perjalanan saya yang pertama untuk mendaki gunung semeru. Gunung Semeru adalah gunung dengan ketinggian 3.676 meter diatas permukaan laut(m.dpl), merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru. Gunung Semeru termasuk salah stu dari gunung berapi yang masih aktif di Jawa Timur, terletak diantara wilayah Administrasi kabupaten Malang dan Lumajang dengan posisi geografis, antara 7°51’-8°11’ Lintang Selatan, 112°47’-113°10’ Bujur Timur.
 |
| Gunung Semeru di Jawa Timur |
Cerita ini berawal dari ajakan teman seangkatan di kampus saya yang berinisial "R"(hahaha di dalam blog ini akan saya sebutkan inisialnya saja ya?). Awalnya ada 16 anak yang akan berangkat, namun dari 16 anak ini akhirnya ada 6 anak yang berangkat hari rabu (5/9/2012) dan 6 anak yang berngakat hari kamis (6/9/2012) dan sisnya tidak jadi ikut.
Kami, 6 anak berngakat dari malang. Sebagai pemula dalam pendakian, sebenarnya saya bingung apa yang harus dipersiapkan dalam perjalanan, dengan bantuan teman dan dia memberikan penjelasan apa saja yang perlu dibawa dalam perjalanan. Akhirnya saya membawa barang bawaan sebagai berikut: tas besar sekali yang akan memuat segala barang, minuman, makanan, obat-obatan dan yang penting katanya adalah jaket sebanyak mungkin dibawa dan yang tebal. Saya akhirnya membawa 3 jaket dan yang 1 saya pakai dalam perjalanan. Oiya, dalam perjalanan ini saya bersama teman-teman saya yang berinisial "FN","KK","ADP","PP" dan "GLH".
Pagi menjelang siang sekitar jam 10 kami semua akhirnya siap dengan segala persiapan yang kami lakukan. ini adalah foto pertama yang saya ambil di teras kos dari "GLH"
 |
| Dari kiri ke kanan anda: "PP","ADP","GLH","FN" |
Dan mungkin anda bertanya tanya dimana "KK" dan saya. "KK" belum datang dan saya yang mengambil gambar. hahahaha. Kami berangkat dari malang menuju sawojajar dan kemudian menuju Tumpang. Setelah tumpang kami berhenti untuk sarapan pada jam 12.00 di salah satu depot di salah satu desa sebelum coban pelangi, hanya itu yang saya tahu. Dan kami bersyukur dapat sarapan nasi pecel yang cukup sedap.
 |
| Nah itu yang celananya biru muda dan bajunya ungu itu inisialnya "KK" |
 |
| Lha itu saya yang senyum sampai kelihatan giginya |
 |
| Nah ini Nasi pecel yang saya bicarakan. harga Rp. 6000 |
Gimana sedap kan? mau coba datang aja sendiri. Kemudian kita melanjutkan ke arah G. Bromo. dan dari sana nanti ada pertigaan, yang ke kiri ke G. Bromo dan yang ke kanan ke Ranupani. Dan kami lanjut ke Ranupani
 |
| Lha ini yang di maksud pertigaanya. hehehehe |
Setelah itu kami lanjut ke Ranupani. dan pertigaan ini juga pertanda bahwa penderitaan kami yang seuper seru akan dimulai. sayang sekali saat itu saya tida mengambil gambar sama sekali. Kami sampai di sini sekitar jam 1 siang. Karena kami takut waktu kami habis di jalan, saya meminta tolong paa teman saya "GLH" yang mengendarai sepeda motor yang cukup besar dan lancar jika melalui jalan seperti ini unutk mengurus surat perijinan.
Setelah melewati pertigaan ini, kami naik ke atas dengan memacu kendaran sepeda motor kami dengan kecepatan min 10km/jam dan maksimum 30km/jam dan diselingin dengan sedikit sedikit mendorong kendaraan kami agar dapat melewati tanjakan yang bagi kendaraan kami sangat sulit untuk dilalui. Sebagai informasi, kami menggunakan 1 sepeda motor bebek yang dibuat boncengan dan 2 sepeda motor matic yang masing-masing dinaiki 1 anak. Setelah beberapa lama kemudian kami melaluinya, akhirnya kami sampai di jalan yang aspalnya masih bagus. tidak tanggung-tanggung, kami memacu kendaraan kami lebih kencang untuk mengejar teman kami yang sudah menanti kami di pos Ranupani.
Namun Tuhan berkehendak lain teman kami yang mengendarai sepeda motor bebek yang berboncengan jatuh ke sebelah kanan dan membentur batuan jalan yang tajam. Debu menyelimuti mereka. saya ada sekitar 5 meter di belakang mereka. Teman saya "KK" dan "ADP" mandi debu saat itu juga. Dan Teman kami "FN" yang tepat di belakan merekapun, langsung bereaksi membelokan kendaraannya ke kanan dan mampu mengendalikan sehingga tidak terjatuh. Awalnya saya tertawa terbahak-bahak melihat kejadian itu. Setelah saya bantu berdiri motornya dan saya melihat "KK" dan "ADP" hanya tergeletak. saya berusaha menyalakan motor "KK" dengan berpikiran kalau motor mati disini bisa repot, dan berhasil juga menyala. Sembari saya menyalakan motor, "KK" dan "ADP" masih berusaha untuk bangkit dari debu. Dan setelah "KK" berdiri tegak dengan kedua kaki. kami terkejut dengan dengkul dari "KK" yang mengeluarkan darah. setelah kami amati dan cermati dengan baik, ternyata lukanya cukup dalam dan sampek ke tulang kalo ga salah (liat hasil rontgen).
 |
| Di dini adalah TKP nya dan di bangunan di ujung sana yang menjadi tempat perjuangan kami membersihkan luka |
 |
| Ini jika diperbesar gambarnya. Lihat batu yang tertutupi debu |
Untung ada pada "ADP", dia tidak apa-apa dan membawa perlengkapan P3K kecuali obat merah yang dapat digunakan untuk membersihakan luka "KK". luka itu menyerupai kawah gunung berapi yang mengeluarkan lava ujar "KK". dengan keterbatasan kami cukup dapat menghambat Hemorrhage (pendarahan) yang ada. Dan dengan menumpang mobil Jeep yang lewat dan mogok kami meminta bantuan dengan memberikan 3 liter premium yang kami bawa sebagai gantinya, dan "KK" dibawa ke Rumah Sakit di malang. Untung Bapaknya rumahnya Kedawung jadi sekalian pulang.
Dan kami yang tersisa merasa Shock dengan keadaan "KK", tapi "KK" terlihat biasa saja dengan keadaanya. Padahal sebenarnya jarak tempat di atas sampai ke Pos Ranupani tidaklah sampai 10 menit saja. Dan itulah akhir perjalannan kami ada hari itu tanggal 5 bulan 9 tahun 2012. Berakhir di depan IGD dan bukan di puncak G. Semeru
Kami hanya berfikir: jika bukan sekarang waktu yang tepat, nanti akan datang waktunya untuk ke puncak Semeru "Mahameru"
Serukan perjalanan kami. kami senang melihat keaadaan "KK" yang lebih baik setelah dari RS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar